Album Merah Muda - Jelajahi Bintan & Tanjung Pinang

By Prijanuary Jan - April 23, 2018


Bekerja di ruang publik punya cerita yang beragam; tawa yang menggembirakan, juga sedih yang membungkam. Tapi semuanya membuat saya banyak belajar dan bersyukur menjalani profesi sebagai kuli dunia liburan.

Sumber maps.google.com

Seperti biasa, pagi-pagi saya menunggu di pelabuhan penyeberangan Ferry Kota Tanjung Uban. Kurang lebih 40 menit sudah saya menunggu, kapal pun tiba dan saya segera bergegas menjemput rombongan di depan pintu kedatangan.


Hari itu tidak begitu ramai, tak lama terlihatlah barisan penumpang dengan dresscode warna merah muda berjalan ke arah saya. Melalui sedikit percakapan kami pun segera menuju bus.


Tur dimulai dan destinasi pertama kami adalah gurun pasir telaga biru yang terletak di Desa Busung, Kecamatan Seri Kuala Lobam. Perjalanan menempuh sekitar 20 menit tanpa ada kendala. Destinasi ini sudah cukup populer dalam satu tahun terakhir, terbukti dengan banyaknya kunjungan wisatawan setiap minggu yang mencapai ratusan orang.


Setiba di lokasi kita langsung beraksi tanpa harus menunggu lama. Meski terbilang tak lagi muda untuk "anak" seusia mereka, hehe, namun ada saja momen unik yang tercipta di setiap gerakan saat foto bersama.


Ini adalah destinasi kedua, Lagoi Bay. Resort ini disebut-sebut sebagai jantung atau hatinya Bintan Resort.  Di tempat ini wisatawan bisa melakukan banyak hal, seperti bermain di area pantai, menikmati pemandangan danau, berkeliling di pusat perbelanjaan dan juga menginap di hotel berbintang.


Merah muda adalah warna yang mewakili keberanian dan keanggunan. Hari yang cerah, bunda-bunda ini tetap semangat beradu di tengah terik matahari. Go ahead madamssss...


Sampai juga pada bagian yang ada foto saya, hehe. ini adalah kamuflase paling sempurna kala kamu tak bisa menyetir tetapi tetap ingin tampil di depan. Alhasil driver aslinya jadi tukang foto.


Kita sedang berada di Treasure Bay Bintan. Resort yang menawarkan beragam pilihan aktivitas liburan. Salah satunya adalah crystal lagoon, kolam renang air asin terpanjang di asia tenggara. Hari ini bunda-bunda cuma memilih berkeliling di area kolam. Coba perhatikan mobilnya, classic.


Dalam perjalanan menuju arah Tanjung Pinang, inilah orang-orang yang berperan penting dalam trip ini. Perkenalkan yang berbaju hitam itu namanya kakak Ella, tour leader cantik dari Kota Batam dan sebelah kanannya ada Papa Sofyan pilot kita yang paling energik kalau lagi dangdutan.


Setelah perjalanan satu jam dari Lagoi, akhirnya kami tiba di Vihara 500 Lohan atau paling terkenal dengan nama  Vihara Patung Seribu.


Vihara ini merupakan tempat peribadatan umat Budha. Karena keunikannya, banyak wisatawan Nusantara dan wisman dengan berbagai latar belakang kepercayaan tertarik mengunjungi tempat ini.


Arsitektur dan suasananya membuat kita seolah tidak sedang berada di Indonesia. Seperti bangunan yang di belakang, sangat identik dengan Negeri Tirai Bambu.


Hari sudah semakin sore, kita pun sudah harus meninggalkan tempat. Di sini nampak kalau posisi vihara ini cukup tinggi. Jadi, buat kamu yang mau berkunjung tentu wajib mengeluarkan kemampuan fisik, karena saat pengunjung ramai kendaraan tidak diperbolehkan naik ke atas.


Jalan-jalan di pasar buat ibu-ibu adalah hal yang biasa, tapi buat saya adalah luar biasa. Karena merekalah saya sadar tiada yang tampan selain saya dalam barisan itu.


Ini adalah pasar Kota lama Tanjung Pinang. Tempat ini sangat mudah di temukan karena jaraknya cukup dekat dari pelabuhan Sri Bintan Pura. Wisatawan bisa mengaksesnya dengan berjalan kaki atau menumpangi ojek.

Bunda-bunda ini sangat antusias, pada belanja ikan teri. Kalau kamu suka dengan hasil-hasil laut, maka tempat ini adalah pilihan yang tepat untuk didatangi.


Dari pasar menjelang matahari terbenam kita juga menyempatkan diri mengunjungi taman di tepi laut kota ini. Bunda bilang "ini baru jelas kalau kita sudah ke Tanjung Pinang".


Tepat di belakang adalah Gedung Gonggong, pusat informasi pariwisata. Gonggong adalah salah satu spesies siput yang kini menjadi ikon Kota Tanjung Pinang.


Laman Boenda, masih di area yang sama dan ini adalah bagian dari taman kota yang ramai di sore hari. Hasil pengamatan saya, ciehh..!! Taman ini dimanfaatkan oleh warga Tanjung Pinang sebagai tempat bermain dan bersantai sambil menikmati matahari terbenam.


Inilah pemandangan yang ditunggu-tunggu diari Laman Boenda. Melihat matahari terbenam adalah salah satu kegiatan kesukaan saya, alhamdulillah jadi makin semangat...


Karena malam sudah menjelang, tak lupa pula mencicipi kuliner di kota ini. Sepertinya pada lahap nih, maklum sudah seharian kita menjelajah. Hehe...


Setelah makan malam, kita melanjutkan perjalanan ke hotel. Nah.., setiba di lobby baru kelihatan lelahnya, mereka bersiap masuk ke kamar. Istirahat yang cukup yah..., besok masih ada Pantai Trikora dan Pulau Penyengat. Sampai Jumpa....


------------------------------------------------------------------------
* Terima Kasih Kepada
- Wisata Bisnis Indonesia (WBI Batam Tour &Travel) atas kepercayaannya kepada kami
- Rekan satu profesi dari Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kakak Ella
- Pilot Kita Papa Sofyan atas pelayanan dan kerjasamanya yang luar biasa.

Salam Hangat Selalu,

PADLI PRIJAN


  • Share:

You Might Also Like

0 komentar