Peninggalan Jepang di Sungai Sebong, Pulau Bintan.

By Prijanuary Jan - Desember 01, 2017



Seruan untuk mejaga kelestarian alam menjadi perbincangan akhir-akhir ini. Salah satunya adalah seruan untuk mengembalikan kedudukan Gunung Bulu Bawakaraeng di Sulawesi. Bagi pecinta alam dan juga kita semua memang sudah seharusnya memperhatikan lingkungan, mengingat pertumbuhan industri yang semakin pesat di seluruh dunia.


Menanam pohon merupakan bentuk kepedulian terhadap alam. Kegiatan ini melibatkan pelajar dari Jepang, bekerja sama dengan Bintan Resorts dan Yayasan Ekowisata Tunas Harapan Sebong Lagoi (YETHAS). Sekitar 230 orang termasuk pelajar dan guru dari Kota Kyoto juga penggiat pariwisata di Pulau Bintan ikut berpartisipasi dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan mangrove di Sungai Sebong.



Nursing Area, sebelum melakukan penanaman kami bersama-sama mengunjungi area perawatan bibit atau nusing area untuk mendapatkan arahan dari Pak Sumardin. Beliau adalah salah satu pemerhati hutan mangrove sekaligus bekerja sebagai pemandu wisata tur mangrove di area ini.




Menuju area penanaman, setelah mendengarkan arahan peserta segera bersiap dan dituntun menuju tempat penanaman yang telah dipersiapkan. Dedek-dedek cantik dan tampan ini langsung mengambil bagian. Setiap orang membawa dua bibit mangrove untuk ditanam.


Saat menuju lokasi terlihat banyak dari mereka yang sangat kesulitan berjalan di tanah berlumpur ini, meskipun penduduk Negara Jepang dikenal gemar berjalan kaki, hehe. Satu makna penting yang jadi pemukau dihari itu, bahwa tidak ada yang tak mungkin untuk dilakukan selama niat telah kukuh. Perjalanan dari Kyoto ke Indonesia bukanlah rute yang pendek, sudah dandan cakep-cakep masuk lumpur bayangkan sendiri deh....



Satu persatu mereka berjalan dengan tentengan di tangan, dengan langkah kaki yang bergerak lambat karena sedotan lumpur. Meskipun ekspresi mereka tampak berat karena banyak yang salah kostum, namun ternyata semangat juangnya setinggi langit, tak ingin membiarkan bibit jatuh sebelum ditanam. Tak disangka anak-anak ini begitu serius...

"Mungkin juga" karena takut gurunya ngeluarin Samurai. Hehe...

Satu pohon dapat memberikan banyak manfaat bagi ekosistem kawasan ini, tidak hanya untuk manusia tetapi juga bumi kita tercinta. Ratusan bibit mangrove telah ditanam, ini adalah peninggalan orang Jepang yang akan menjadi warisan jangka panjang. Semoga pihak-pihak yang terlibat dalam pemanfaatan area ini bisa menjaganya dengan baik.




Kita harus menyadari bahwa konsekuensi dari aktivitas kehidupan manusia saat ini telah banyak memberikan dampak buruk terhadap lingkungan alam. Penebangan, Invasi lahan untuk pembangunan, dan tindakan-tindakan lain yang tidak disadari mengancam kelestariannya.

Terima kasih telah berkunjung, kepada Japanese dan anda yang telah membaca blog ini.

"Iya.., anda yang sedang menatap saya...!!!" hehe

Sekian....

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar